Skip to main content

Fenomena Hipnosis



Fenomena Hipnosis
Bagi sebagian orang, hipnosis masih dianggap tidak ilmiah atau menggunakan "kekuatan" lain yang tidak rasional. Hipnosis sendiri adalah sebuah prosess mempengaruhi orang dengan komunikasi verbal dan induksi yang mampu memengaruhi pikiran bawah sadar serta program yang ditanamkan, baik permanen maupun sementara.
Hipnosos merupakan sebuah proses yang tak tampak, tetapi mampu memengaruhi cara pandang seseorang melalui pendekatan psikis karena telah dikenal dan telah dipergunakan selama ribuan tahun lalu. Hipnosis juga telah dipergunakan dalam berbagai bidang kehidupan tanpa harus kita ketahui bahwa apa yang diterima adalah sebuah proses hipnosis. Misalnya saja, hipnosis sebagai pengganti obat bius dalam proses operasi, atau hipnosis untuk menyiapkan mental dan menghilangkan trauma perang para prajurit.
Manusia tidak akan berkembang tanpa adanya pola hipnosis. Manusia tidak akan maju dalam hal apapun tanpa kemampuan menghipnosis dan menyugestikan diri sendiri dan orang lain. Manusia adalah satu-satunya mahluk hidup di bumi yang memiliki kemampuan menerima dan dan memberi sugesti. Hal inilah alasan mengapa kita bisa mencapai kebahagiaan, kepuasan dll. Kemapuan manusia untuk berpikir, bermimpi. Membangun ide-ide kreatif kedalam realitas, yang bagi sebagian orang dianggap sebagai kuasa Tuhan, merupakan bukti bahwa kehidupan manusia tidak terlepas dari pola saling mempengaruhi satu dengan lainnya.
Hipnosis kini merupakan fenomena ilmiah, namun masih memiliki definisi dan bagaimana mekanisme kerja sebenarnya. Adapun beberapa ilmuan berspekulasi tentang jenis dan bagaimana mekanisme kerja yang sebenarnya. Beberapa ilmuwan berspekulasi bahwa hipnoterapi menstimulasi otak untuk melepaskan neorotransmiter, zat kimia yang terdapat di otak, encephalin dan endhorphin yang berfungsi meningkatkan mood sehingga dapat mengubah penerimaa individu terhadap rasa sakit atau gejala fisik lainnya.
Sementara itu menurut Profesor Jhon Gruzelier, seorang pakar psikologi di Caring Cross Medical School, London, penginduksian otak dilakukan dengan cara menonaktifkan otak kiri dan memberi kesempatan otak kanan untuk mengambil kontrol otak secara keseluruhan. Hal ini dapat dilakukan dengan membuat otak fokus kepada suatu hal secara monoton menggunakan suara berintonasi datar, seolah-olah tidak ada hal penting yang perlu diperhatikan.
Dengan demikian, asal-usul hipnosis bisa dikatakan berawal dari penggalian budaya masa lalu, seperti budaya Yunani dan Mesir kuno. Fenomena penyembuhan seseorang dengan musik atau mantra tertentu merupakan bagian dari fenomena hipnosis. Sama halnya budaya sentuhan orang suci, raja atau bangsawan yang membuat seseorang menjadi sehat atau direstui. Selanjutnya dapat kita ketahui bahwa pikiran manusia tediri atas pikiran sadar dan bawah sadar yang saling berkomunikasi. Namun, pikiran sadar tidak selalu sejalan dengan pikiran sadar. Terkadang pikiran bawah sadar sudah memiliki "program" sendiri, seperti emosi, kebiasaan, dan kepercayaan yang sudah tertanam sebelumnya. Selanjutnya apabila kita melihat lebih jauh awal mula fenomena hipnosis dan membandingkannya dengan budaya Indonesia, pada prinsipnya sama. Budaya kita bahkan, sangat kaya akan fenomena hipnosis dengan segala kekhasannya.

Sumber
Fachri, Hisyam A. 2012. Tarot: Past, Future & Live. Jakarta: Gagas Media






Comments

Popular posts from this blog

Hubungan Epistemologi, Metodologi, Dan Metode Ilmiah

Hubungan Epistemologi, Metodologi, Dan Metode Ilmiah Metode ilmiah berperan dalam tataran transformasi dari wujud pengetahuan menuju ilmu pengetahuan. Bisa tidaknya pengetahuan menjadi ilmu pengetahuan yang bergantung pada metode ilmiah, karena metode ilmiah menjadi standar untuk menilai dan mengukur kelayakan suatu ilmu pengetahuan. Sesuatu fenomena pengetahuan logis, tetapi tidak empiris, juga tidak termasuk dalam ilmu pengetahuan, melainkan termasuk wilayah filsafat. Dengan demikian metode ilmiah selalu disokong oleh dua pilar pengetahuan, yaitu rasio dan fakta secara integratif. Metode merupakan suatu prosedur atau cara mengetahui sesuatu yang mempunyai langkah-langkah yang sistematis (Senn, 2002). Sedangkan metodologi merupakan suatu pengkajian dalam mempelajari peraturan dalam metode tersebut. Secara sederhana dapat dikatakan, bahwa metodologi adalah ilmu tentang metode atau ilmu yang mempelajari prosedur atau cara-cara mengetahui sesuatu. Jika metode merupakan prosedur ...

Implementasi Dalam Penelitian

Implementasi Dalam Penelitian Pelaksanaan penelitian, baik kuantitatif maupun kualitatif, sebenarnya merupakan langkah-langkah sistematis yang menjamin diperoleh pengetahuan yang mempunyai karakteristik rasional dan empiris. Secara filosofis kedua pendekatan tersebut mempunyai landasan yang berbeda. Penelitian kuantitatif merupakan penelitian yang didasarkan pada filsafat positivistik. Filsafat positivistik berpandangan bahwa gejala alam dapat diklasifikasikan, relatif tetap, konkrit, teramati, terukur, dan hubungan gejala bersifat sebab akibat. Proses penelitian dimulai dari proses yang bersifat deduktif, artinya ketika menghadapi masalah langkah pertama yang dilakukan adalah mencari jawaban secara rasional teoretis melalui kajian pustaka untuk penyusunan kerangka berpikir. Bagi penelitian yang memerlukan hipotesis, kerangka berpikir digunakan sebagai dasar untuk menyusun hipotesis. Langkah berikutnya adalah mengumpulkan dan menganalisis data. Tujuan utama langkah ini adalah un...

Perbedaan Ilmu Dengan Pengetahuan Mistik

Perbedaan Ilmu Dengan Pengetahuan Mistik A.     Ilmu 1.     Hakikat ilmu Ilmu bersifat rasional Contoh: Air selalu menempati ruang 2.     Struktur ilmu Metode ilmiah Contoh: Makhluk hidup yang ada didunia ini selalu berkembang dan tumbuh 3.     Epistimologi ilmu Epistimologi yang mengkaji pengetahuan manusia. Pembagian epistimologi yang meliputi epistimologi umum (memunculkan pertanyaan  ada apa? ), epistimologi khusus (memunculkan pengetahuan yang diproses dan dapat di pertanggung jawabkan, metodologi (mengkaji langkah-langkah praktis untuk memperoleh pengetahuan yang benar).  Pada mulanya sumber pengetahuan adalah akal. Adapun pengembangan yang lain menyatakan pengalaman, nalar, intuisi, keyakinan, otoritas dan wahyu merupakan sumber pengetahuan. Sumber pengetahuan merupakan sumber dalam rangka mencari kebenaran. Dimana teori kebenaran terdiri atas teori korespondensi, teori koherensi, teori...