Benteng Speelwijk
Menurut
Sejarawan Bantenologi, Mufti Ali Ph.D, ada pemahaman umum yang harus diluruskan
mengenai benteng tersebut. Umumnya, masyarakat menilai Benteng Speelwijk itu
dibangun oleh Belanda, pemahaman itu tidak keliru, tetapi tidak sepenuhnya
benar.
Benteng Speelwijk
sendiri terletak di Kampung Pamarican yang berjarak tempuh sekira sepuluh menit
dari kota Serang. Dari area situs Banten Lama ke benteng ini berjarak
sekira 600 meter ke arah barat laut. benteng itu dibangun pada masa Kesultanan Banten yang berfungsi untuk menahan serangan
dari laut, letaknya berada persis di sisi utara Kesultanan.
Terdapat
beberapa makam dengan bentuk khas Eropa di sekitar benteng. Lokasi Benteng
Speelwijk ini tidaklah terlalu jauh dari Masjid Agung Banten, sekitar 500 meter
ke arah utara. Diarsiteki orang kepercayaan Sultan Ageng Tirtayasa
keturunan Tionghoa yang kelak bergelar Pangeran Cakradana, benteng itu
terbentuk. Bangunan inilah yang menjadi salah satu alasan Kesultanan Banten memiliki
pertahanan yang sulit ditembus dari laut oleh para penjajah dari Eropa yang
hendak memasuki Nusantara.
Adapun
pemahaman yang menyatakan bahwa benteng tersebut dibangun oleh Arsitek Belanda Hendrik Lucaszoon Cardeel,
itu tidak salah. Pada masa Sultan Ageng Tirtayasa berkuasa, Belanda tidak bisa
menembus Banten dari laut. Belanda kemudian mendarat di Batavia, dari Batavia
barulah bisa menembus pertahanan Banten. Itupun atas bantuan orang dalam
Kesultanan, putra Sultan Ageng Tirtayasa sendiri yang bernama Abunasar Abdul Qahhar
berkhianat dan berhasil merebut kekuasaan ayahnya. Abunasar Abdul Qahhar
kemudian berkuasa dan dikenal dengan sebutan Sultan Haji. Pada masa Sultan
Haji, Pangeran Cakradana arsitek yang membangun benteng menyingkir ke Cirebon.
Menampuk
kekuasaan Banten, Abdul Qahhar kemudian memerintahkan Hendrik Lucaszoon Cardel
bergelar Pangeran Wiraguna, untuk memugar berbagai bangunan termasuk benteng
yang kemudian diberi nama Speelwijk tersebut. Sehingga dapat diketahui bahwa
Speelwijk itu bukan bangunan baru yang dibangun oleh Belanda, pada masa Sultan
Ageng Tirtayasa benteng ini sudah ada, selanjutnya ketika Belanda memasuki
Banten benteng itu mengalami berbagai perubahan.
Lucaszoon
membangun Speelwijk pada tahun 1682, dipugar pada tahun 1685 dan tahun 1731.
Maka jika bersandar pada pendapat Mufti Ali ini, dapat disimpulkan bahwa
Hendrik Lucaszoon Cardeel tidak merancangnya, hanya saja orang yang diberi
gelar Pangeran Wiraguna itu melakukan perubahan atas bangunan yang dirancang Pangeran
Cakradana
Selanjutnya
Benteng ini digunakan oleh Belanda untuk mengontrol segala kegiatan yang
berkaitan dengan Kesultanan Banten dan juga sebagai tempat berlindung/bermukim
bagi orang Belanda. Benteng ini semakin mengokohkan posisi Belanda dalam
usahanya memonopoli perdagangan merica yang berasal dari Lampung Selatan untuk
kemudian dijual lagi kepada pedagang-pedagang asing yang berasal dari Cina,
Malaysia, Arab, India dan Vietnam.
Referensi
Penulis.
2012. Situs Sejarah Banten Lama.
Diperoleh dari
Penulis.
2016. Sejarawan Banten Benteng Speelwijk
Bukan Dibangun Belanda.
Comments
Post a Comment