Pengetahuan dimulai dengan rasa ingin
tahu, kepastian dimulai dengan rasa ragu-ragu dan filsafat dimulai dengan
kedua-duanya. Apakah Filsafat? berfilsafat dapat diumpamakan seorang yang
berpijak dibumi sedang tengadah kebintang-bintang. Dia ingin mengetahui hakekat
dirinya dalam kesemestaan galaksi. Karakteristik berpikir filsafat yang pertama
adalah sifat menyeluruh. Dia ingin mengetahui hakikat ilmu dalam konstelasi
pengetahuan yang lainnya. Dia ingin tahu kaitan ilmu dengan moral. Kaitan ilmu
dengan agama. Dia ingin yakin apakah ilmu itu membawa kebahagiaan kepada
dirinya.
Simpul Sokrates, ialah bahwa saya tak tahu
apa-apa! Seorang yang berpikir filsafati selain tengadah ke bintang-bintang,
juga membongkar tempat berpijak secara fundamental. Inilah karakteristik
berpikir filsafati yang kedua yakni sifat mendasar. Dia tidak lagi percaya
begitu percaya begitu saja bahwa ilmu itu benar. Mengapa ilmu dapat disebut
benar? Bagaimana proses penilaian berdasarkan kriteria tersebut dilakukan? Lalu
benar sendiri itu apa?.
Ciri filsafat yakni sifat spekulatif.
“masih banyak lagi dilangit dan dibumi, selain yang terjaring dala filsafatmu”
Memang demikian, secara terus terang tidak mungkin kita menangguk pengetahuan
secara keseluruhan, dan bahkan kita tidak yakin kepada titik awal yang menjadi
jangkar pemikiran yang mendasar. Dalam hal ini kita hanya berspekulasi. Tanpa
menetapkan kriteria tentang apa yang disebut benar maka tidak mungkin
pengetahuan lain berkembang diatas dasar kebenaran. Tanpa menetapkan apa yang
disebut baik atau buruk maka kita tidak mungkin berbicara tentang moral. Tanpa
wawasan apa yang disebut indah dan jelek tidak mungkin kita berbicara tentang
kesenian, dan filsafat pada hakikatnya mencari kebenaran.
Comments
Post a Comment