Skip to main content

Kategori Manusia



Kategori Manusia
Apabila kita befilsafat, berarti hati kita didorong untuk mengetahui apa saja yang telah kita ketahui dan apa yang belum kita ketahui. Kita berendah diri bahwa tidak semua akan kita mengetahui di dalam kesemestaan yang tidak terbatas ini. Demikian pula saat itu kita mengoreksi diri, berani berterus terang menyampaikan kebenaran yg telah kita capai. Masalah yang kemudian timbul adalah, bagaimana agar kita mendapatkan pengetahuan yang diakui kebenarannya.
Tidaklah mudah untuk mengerti tentang filsafat, salah satunya mengurai jenis manusia, menurut para ahli atau filusuf, yang menyatakan ada 4 jenis dalam kehidupan.
                                 

1.      Manusia yang dia tahu apa yang dia tahu;
Seseorang yang Tahu dan dia Tahu kalau dirinya Tahu. Orang ini bisa disebut ‘Alim = Mengetahui. Terhadap orang ini, yang harus kita lakukan adalah Mengikutinya. Apalagi kalau kita masih termasuk dalam golongan orang yang awam yang masih butuh banyak diajari maka sudah seharusnya kita mencari orang yang seperti ini, duduk bersama dengannya akan menjadi pengobat hati.
Ini adalah jenis manusia yang paling baik. Jenis manusia yang memiliki kemapanan ilmu, dan dia tahu kalau dirinya itu berilmu, maka ia menggunakan ilmunya. Ia berusaha semaksimal mungkin agar ilmunya benar-benar bermanfaat bagi dirinya, orang sekitarnya, dan bahkan bagi seluruh umat manusia. Dalam bahasa pakar manajemen global, manusia jenis ini adalah manusia yang kreatif, selalu belajar, dan tidak berhenti berinovasi.
Manusia jenis ini adalah manusia unggul. Manusia jenis inilah yang yang mampu merubah dunia kearah yang lebih baik, mereka layak menjadi pelopor “lifemaking”. Jumlah manusia jenis ini tidak banyak, tapi keberadaan mereka menjadi nyawa bagi kehidupan umat manusia.
2.      Manusia yang dia tahu apa yang dia tidak tahu;
Seseorang yang Tahu tapi dia Tidak Tahu kalau dirinya Tahu. Untuk type ini, bolehlah kita sebut dia seumpama orang yang tengah tertidur. Bagaimana sikap kita kepadanya? Bangunkan dia. Manusia yang memiliki ilmu dan kecakapan, tapi dia tidak pernah menyadari kalau dirinya memiliki ilmu dan kecakapan. Manusia jenis ini sering kita jumpai disekeliling kita. Terkadang kita menemukan orang yang sebenarnya memiliki potensi yang luar biasa, tapi ia tidak tahu kalau memiliki potensi. Karena keberadaan dia seakan tidak berguna, selama dia belum bangun.
Kata bijak mengatakan: Al ‘Ilmu Bilaa ‘Amalin Kasysyajari bilaa Tsamarin = Ilmu tanpa pengamalan, bagaikan pohon yang tidak berbuah. Adanya dia seperti tidak ada, tidak membawa manfaat meski dia tahu banyak. Maka untuk yang merasa sebagai teman baginya, bangunkan dia, ingatkan dan yakinkan bahwa dia memiliki potensi untuk Bisa.
3.      Manusia yang dia tidak tahu apa yang dia tidak tahu;
Seseorang yang Tidak tahu tapi dia Tahu alias sadar diri kalau dia Tidak Tahu. Orang ini masuk kategori orang-orang yang awam yang masih lemah keilmuannya, masih bodoh pemahamannya. Kepada orang ini, maka sikap yang harus diupayakan dari orang-orang berilmu didekatnya adalah merangkulnya, mengajarinya.
Menurut Imam Ghazali, jenis manusia ini masih tergolong baik. Sebab, ini jenis manusia yang bisa menyadari kekurangannnya. Ia bisa mengintropeksi dirinya dan bisa menempatkan dirinya di tempat yang sepantasnya. Karena dia tahu dirinya tidak berilmu, maka dia belajar. Dengan belajar itu, sangat diharapkan suatu saat dia bisa berilmu dan tahu kalau dirinya berilmu.
Meskipun tergolong baik, tapi ini bukan tipe manusia yang bisa membuat perubahan bagi lingkungannya. Sebab, tanpa ilmu pengetahuan yang cukup, maka manusia tidak bisa berinovasi.  Baiknya, tipe manusia ini dengan kesadaran dan akal sehatnya tidak akan menghalangi sebuah proses perubahan kearah yang lebih baik. Dan manusia jenis ketiga ini, dia tidak akan berani nekat memegang amanah yang ia rasa tidak memiliki kapasitas untuk memegangnya. Sebab ia tahu siapa dirinya.
4.      Manusia yang dia tidak tahu apa yang dia tahu;
Seseorang yang Tidak Tahu dan dia Tidak Tahu kalau dirinya Tidak Tahu. Inilah adalah jenis manusia yang paling buruk. Ini jenis manusia yang selalu merasa mengerti, selalu merasa tahu, selalu merasa memiliki ilmu, padahal ia tidak tahu apa-apa. Repotnya manusia jenis seperti ini susah disadarkan, kalau diingatkan ia akan membantah sebaba ia merasa tahu atau merasa lebih tahu. Jenis manusia seperti ini, paling susah dicari kebaikannya. Sikap kita pada orang ini? Tinggalkan dia!  Sayangnya, jenis manusia seperti ini sangat banyak dan bisa dijumpai dimana-mana, orang-orang yang merasa tahu, sok tahu pemahaman baru sejengkal bicaranya sudah sehasta.

Sumber
 https://adjatwiratma.wordpress.com/2013/02/21/manusia-dan-pengetahuannya

Comments

Popular posts from this blog

Bahaya Bubuk Cabai Bagi Kesehatan

Bahaya Cabai Dan Bubuk Cabai Bagi Kesehatan Jika kita berbicara tentang bahaya bubuk cabe, maka bisa dilihat dari bahan yang digunakan untuk membuat bubuk cabe, ataupun dilihat dari seberapa banyak anda mengkonsumsi bubuk cabe tersebut dalam makanan anda. Mengkonsumsi makanan yang memiliki cita rasa pedas yang tidak biasa. Rasa pedas tersebut tidak hanya terasa di lidah saja, namun anda juga bisa merasakan dampaknya sampai ke perut. Bubuk cabai tercipta untuk bumbu masak atau untuk bumbu dari makanan ringan yang dapat anda makan sehari-hari. Beberapa orang yang menyukai cita rasa pedas akan mudah terpuaskan dengan mengkonsumsi bubuk cabe ini. Namun, mengkonsumsi bubuk cabe dalam makanan secara berlebihan justru dapat berbahaya bagi kesehatan. Beberapa orang yang mengkonsumsi bubuk cabe ini secara berlebihan akan mengalami diare atau sakit perut yang berlebihan hingga harus bolak balik ke toilet untuk buang air besar. Tidak hanya itu, bubuk cabai juga dapat mengakibatkan iritasi pa...

Hubungan Epistemologi, Metodologi, Dan Metode Ilmiah

Hubungan Epistemologi, Metodologi, Dan Metode Ilmiah Metode ilmiah berperan dalam tataran transformasi dari wujud pengetahuan menuju ilmu pengetahuan. Bisa tidaknya pengetahuan menjadi ilmu pengetahuan yang bergantung pada metode ilmiah, karena metode ilmiah menjadi standar untuk menilai dan mengukur kelayakan suatu ilmu pengetahuan. Sesuatu fenomena pengetahuan logis, tetapi tidak empiris, juga tidak termasuk dalam ilmu pengetahuan, melainkan termasuk wilayah filsafat. Dengan demikian metode ilmiah selalu disokong oleh dua pilar pengetahuan, yaitu rasio dan fakta secara integratif. Metode merupakan suatu prosedur atau cara mengetahui sesuatu yang mempunyai langkah-langkah yang sistematis (Senn, 2002). Sedangkan metodologi merupakan suatu pengkajian dalam mempelajari peraturan dalam metode tersebut. Secara sederhana dapat dikatakan, bahwa metodologi adalah ilmu tentang metode atau ilmu yang mempelajari prosedur atau cara-cara mengetahui sesuatu. Jika metode merupakan prosedur ...

Metode Pembelajaran IPA SD

            1.       Pengertian Metode Pembelajaran Metode pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran. Menurut Nana Sudjana (2005:76) metode pembelajaran adalah, “Metode pembelajaran ialah cara yang dipergunakan guru dalam mengadakan hubungan dengan siswa pada saat berlangsungnya pengajaran”. Dan menurut M. Sobri Sutikno (2009:88) menyatakan, “Metode pembelajaran adalah cara-cara menyajikan materi pelajaran yang dilakukan oleh pendidik agar terjadi proses pembelajaran pada diri siswa dalam upaya untuk mencapai tujuan. Sedangkan menurut Gerlach dan Elly (80:14) Metode pembelajaran dapat diartikan sebagai rencana yang sistematis untuk menyampaikan informasi. Berdasarkan definisi atau pengertian metode pembelajaran yang dikemukakan tersebut di atas dapat disimpu...