Skip to main content

Peranan Fisafat Dalam Kehidupan



Peranan Filsafat

Filsafat seperti yang telah diketahui merupakan sebuah disiplin ilmu pengetahuan, dalam hal ini filsafat berperan sebagai pengkaji berbagai hakikat keilmuan. Banyak cabang-cabang ilmu pengetahuan yang menjadi sebuah bahan kajian oleh filsafat, dalam mengembangkan berbagai ilmu pengetahuan filsafat mempunyai beberapa macam cara diantaranya yaitu ontologi, terminologi dan aksiologi.
Dari beberapa cara tersebut masing-masing mempunyai peran dan fungsi yang berbeda, ontologi berfungsi untuk mengetahui apa yang dikaji dalam ilmu pengetahuan tersebut, sedangkan terminologi berfungsi untuk mengetahui bagaimana kita memperoleh ilmu pengetahuan tersebut, dan yang terakhir yaitu aksiologi berfungsi untuk mengetahui bagaimana hakikat ilmu pengetahuan tersebut.
Manusia dengan segenap kemampuan kemanusiannya seperti perasaan, pengalaman, panca indra dan intuisi mempu menangkap alam kehidupannya mengabtraksikan tangkapan tersebut dalam dirinya dalam berbagai bentuk Ilmu pengetahuan seperti kebiasaan, akal sehat, seni, sejarah dan filsafat. Terminology ilmu pengetahuan ini adalah terminology artificial yang bersifat sementara sebagai alat analisis yang pada pokoknya diartikan sebagai keseleruhan bentuk dari produk kegiatan manusia dalam usaha untuk mengetahui sesuatu. Dalam bahasa inggris cara memperoleh pengetahuan ini dinamakan dengan Knowledge.
Ilmu pengetahuan atau Knowledge ini merupakan terminologi generik yang mencakup segenap bentuk yang kita ketahui seperti filsafat, sosial, seni, beladiri, dan ilmu sains itu sendiri. Jadi sains termasuk kedalam ilmu pengetahuan seperti juga sosial science. Untuk membedakan tiap-tiap bentuk dari anggota kelompok pengetahuan ini terdapat tiga kriteria yakni:
1.    Apakah obyek yang telah ditelaah dapat membuahkan ilmu pengetahuan, kriteria ini disebut obyek ontologis, kita dapat mengambil contoh sosial yang menelaah hubungan antara manusia dengan benda atau jasa dalam hal memenuhi kebutuhan hidupnya. Secara ontologis maka dapat ditetapkan obyek penelaah masing-masing permasalahan.
2.    Bagaimana cara yang dipakai untuk mendapatkan ilmu pengetahuan tersebut, kriteria ini disebut dengan landasan epistemologis. Contohnya landasan epistemologis matematika adalah logika deduktif dan landasan epistemologis kebiasaan adalah pengalaman dan akal sehat.
3.   Untuk apa kita mempelajari ilmu pengetahuan tersebut, atau apa manfaat dari kita mempelajari ilmu pengetahuan tersebut, kriteria ini disebut dengan landasan aksiologis yang juga dapat dibedakan untuk setiap jenis ilmu pengetahuan. Contohnya, nilai kegunaan sains pasti berbeda dengan nilai kegunaan ilmu sosial.
Jadi, seluruh bentuk ilmu pengetahuan dapat digolongkan kedalam kategori ilmu pengetahuan dimana masing-masing bentuk dapat dicirikan oleh karakterristik obyek ontologis, landasan epistemologis, dan landasan aksiologis. Salah satu dari bentuk ilmu pengetahuan ditandai dengan:
1.   Obyek Ontologis: yaitu pengalaman manusia yakni segenap wujud yang dapat dijangkau lewat panca indra atau alat yang membantu kemampuan panca indra.
2.     Landasan Epistemologis: metode ilmiah yang berupa gabungan logika deduktif dengan pengajuan hipotesis atau yang disebut logico hypotetico verifikasi.
3.   Landasan Aksiologis: kemaslahatan umat manusia artinya segenap wujud ilmu pengetahuan itu secara moral ditujukan untuk kebaikan hidup manusia.
Maka dari pemaparan diatas dapat kita ketahui bahwa kehidupan manusia tidak terlepas dari ilmu filsafat. Filsafat memiliki begitu banyak peran bagi kehidupan manusia. oleh karena itu kita diharapkan dapat memahami tentang filsafat dengan baik.


Comments

Popular posts from this blog

Hubungan Epistemologi, Metodologi, Dan Metode Ilmiah

Hubungan Epistemologi, Metodologi, Dan Metode Ilmiah Metode ilmiah berperan dalam tataran transformasi dari wujud pengetahuan menuju ilmu pengetahuan. Bisa tidaknya pengetahuan menjadi ilmu pengetahuan yang bergantung pada metode ilmiah, karena metode ilmiah menjadi standar untuk menilai dan mengukur kelayakan suatu ilmu pengetahuan. Sesuatu fenomena pengetahuan logis, tetapi tidak empiris, juga tidak termasuk dalam ilmu pengetahuan, melainkan termasuk wilayah filsafat. Dengan demikian metode ilmiah selalu disokong oleh dua pilar pengetahuan, yaitu rasio dan fakta secara integratif. Metode merupakan suatu prosedur atau cara mengetahui sesuatu yang mempunyai langkah-langkah yang sistematis (Senn, 2002). Sedangkan metodologi merupakan suatu pengkajian dalam mempelajari peraturan dalam metode tersebut. Secara sederhana dapat dikatakan, bahwa metodologi adalah ilmu tentang metode atau ilmu yang mempelajari prosedur atau cara-cara mengetahui sesuatu. Jika metode merupakan prosedur ...

Apakah Perbedaan Antara Logika Dan Instink

Apakah Perbedaan Antara Logika Dan Instink Naluri sudah mendarah daging dalam diri kita, itu adalah rasa bawaan dibangun ke kode genetik kita melewati sepanjang ribuan tahun evolusi dan seterusnya untuk tujuan bertahan hidup. Kita secara naluriah mencari kesenangan, menghindari rasa sakit, dan menghemat energi. Segala sesuatu yang lain di dalam manusia adalah unik. Alasan adalah proses berpikir logis dan rasional membangun dunia kita. Kita dapat membedakan antara akal dan naluri karena dalam banyak hal mereka tidak sepenuhnya sama. Tentu saja ada alasan mengapa filsuf dan ilmuwan telah begitu terpesona sepenuhnya dengan alasan, dan itu berjalan lebih jauh daripada kesadaran. Persepsi ini ditelusuri kembali ke Yunani Kuno, untuk Socrates, Plato, dan Aristoteles, untuk beberapa nama (meskipun ada banyak lagi).   Mereka percaya insting harus dijinakkan oleh akal.   Alasan adalah mekanisme untuk memastikan bahwa naluri kita tidak bertindak tidak rasional, karena jika na...

Penjelajahan Ilmu dan Batas-Batasnya

Penjelajahan Ilmu dan Batas-Batasnya Surajiyo mengatakan, batas penjelajahan ilmu yaitu ketika manusia berhenti berpikir untuk mencari pengetahuan, sehingga jika manusia memulai penjelajahannya pada pengalaman manusia dan berhenti dibatas pengalaman manusia. Ilmu membatasi lingkup penjelajahannya pada batas pengalaman manusia juga disebabkan metode yang digunakan dalam menyusun yang telah teruji secara empiris. Ilmu memulai penjelajahannya pada pengalaman manusia dan berhenti pada batas pengalaman manusia. Ilmu hanya merupakan salah satu pengetahuan dari sekian banyak pengetahuan yang mencoba menelaah kehidupan dalam batas ontologis tertentu. Penetapan lingkup batas penelaah keilmuan yang bersifat empiris ini, konsisten dengan asas epistimologi keilmuan mensyaratkan adanya verifikasi secara empiris dalam proses penemuan dan penyusunan pernyataan yang bersifat benar secara ilmiah. Jadi, ilmu tidak mempelajari masalah surga dan neraka dan juga tidak mempelajari sebab musabab k...